Artikel

SIKAP HATI PEMUJI DAN PENYEMBAH YANG BENAR


 

Bagaimana sikap hati yang benar didalam memuji didalam memuji dan menyembah TUHAN ? Sikap hati yang benar dalam memuji TUHAN ditandai dengan :

1. Sikap hati pemuji dan penyembah yang memiliki hati yang Rindu untuk Dekat dengan TUHAN (Mazmur 62:2-3 dan Mazmur 63:2).

Daud bukan hanya menaikkan pujian kerinduan dan keinginanan untuk dekat dengan TUHAN tetapi juga dari dalam hatinya, Daud sangat menginginkan untuk memiliki suatu keintiman yang dalam dengan TUHAN yang bersumber dari hatinya. Jika kita hanya memuji dan menyembah dengan kata-kata kerindun tetapi hatinya tidak ada sama sekali kerinduan itu, sama saja kita hanya memuji dimulut dan bibir kita saja.

 

2. Sikap hati pemuji dan penyembah yang memiliki hati yang berkenan dihadapan TUHAN (I Samuel 13:14)

 

Dalam ayat ini TUHAN menyatakan melalui Samuel ada pribadi yang memiliki hati yang berkenan dihadapanNya yaitu adalah Daud. Amsal 4:23 menyatakan agar kita menjaga hati kita dengan segala kewaspaan karena dari hati timbul segala kejahatan.

 

Ironis memang jika kita memuji ALLAH dengan suatu kerinduan untuk mempersembahkan hidup yang kudus, berkenan dan tidak bercela tetapi hati kita penuh dengan kebusukan, kemunafikan dan kejahatan, maka ALLAH akan menilai kita memuji tentang kekudusan dimulut dan bibir saja padahal hati kita jahat, kotor dan najis dihadapanNya. Hati kita tidak bersih dan kudus maka hati kita menjauh dari TUHAN.

 

3. Sikap hati pemuji dan penyembah yang percaya kepadaNya (Mazmur 71:5).

 

Dalam ayat ini Daud memberitahukan bagaimana sejak masa mudanya dia menaruh kepercayaan yang penuh kepada ALLAHnya, kalau kita melihat kehidupan sebelum bertobat maka kita juga percaya penuh dengan apa yang dikatakan oleh para dukun, peramal, horoskop, sekarang ketika kita sungguh-sungguh bertobat maka kita juga harus merefleksikan hati kita dengan sepenuhnya kepada TUHAN YESUS.

 

Kita memuji dan menyembah dengan perkataan kepercayaan tetapi hati kita penuh dengan kebimbangan, keraguan, kekuatiran dan ketidakpercayaan maka kita hanya memuji dan menyembah dimulut dan bibir saja. 

 

Kesimpulan.

 

Renungan ini dapat menjadi peringatan bagi kita ditengah-tengah kegerakan TUHAN sedang memulihkan Pondok Daud, biarlah kita tidak memuji dan menyembah TUHAN hanya dibibir dan mulut kita, tetapi TUHAN YESUS mendapati dari dalam hati kita DIA menemukan kebenaran, kasih dan kepercayaan yang menjadi sumber pujian dan penyembahan bagi DIA.

Last Update : 2019-03-25 12:53:57