Artikel

UNITY KUNCI DAMAI SEJAHTERA



"Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!  Seperti minyak yang baik di ats kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." Mazmur 133

Ada suatu yang istimewa dengan kebersamaan, kesatuan hati, unity.  Kita selalu tergerak setiap kali melihat ada orang yang bahu-membahu bekerja sama dan saling menolong.  Kita selalu tersegarkan ketika melihat, misalnya tim olah raga, berjuang bersama, bertahan menghadapi masalah dan bersukacita semua saat kemenangan diraih.  Perhatikan saja film-film yang bertemakan unity seperti Avengers demikian digandrungi generasi muda hari-hari ini.  Ada yang penting mengenai perihal unity. Pesan Gembala Sidang/Pembina pun di awal bulan ini menekankan hal yang sama.

Perhatikanlah firman TUHAN dari Yeremia 29:7, "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."  Perintah TUHAN kepada bangsa Yahudi yang sedang mengalami masa pembuangan di babilonia adalah mereka harus berdoa dan mendatangkan damai sejahtera di wilayah dimana mereka menjalani masa pembuangan tersebut.  Perhatikanlah bahwa perintah ini bukan hanya kepada segelintir orang saja, tetapi kepada seluruh bangsa Yahudi; mereka harus melakukan ini secara unity.   Jika kita menarik ke belakang ke sejarah bangsa Yahudi sebelum mereka mengalami masa pembuangan, maka kita akan menemukan hal sama pada masa pemerintahan raja Salomo dimana TUHAN berfirman dalam 2 Tawarikh 7:14, "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahatm maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."  Kata "umat" jelas merujuk kepada kebersamaan atau unity.  Unity-lah yang mendatangkan damai sejahtera. Amin!

Berdasarkan Mazmur 133 yang telah kita baca diatas, maka setidaknya ada 3 (tiga) hal yang kita dapatkan saat kita unity:

    Unity mendatangkan kedamaian dalam hidup (ayat  1)

Ditengah kehidupan masyarakat yang sering kali di dera dengan perselisihan dan perpecahan, maka kesatuan hati menjadi sesuatu yang meneduhkan dan membawa kedamaian.  Unity tidak berarti semua harus sama (uniform), tetapi suatu kedewasaan untuk bergerak mencapai tujuan yang sama.  Tidak ada orang yang benar-benar sama satu sama lain, termasuk mereka yang kembar, tetapi alangkah indahnya ketika mau bersama-sama menjaga kedamaian, kerukunan dan saling membantu untuk mencapai tujuan yang sama.  Hidup akan menjadi lebih enak, tenang dan damai saat kita mau bergandengan tangan dalam kesatuan; mengenyahkan jauh-jauh semua yang hendak merusak pertemanan, persahabatan, rasa kekeluargaan di antara anak-anak TUHAN.

Unity demikian penting, sehingga doa yang Yesus naikkan pun kepada Bapa di sorga sebelum Ia masuk dalam hari-hari penderitaan-Nya adalah agar murid-murid-Nya hidup dalam kesatuan.

1. Unity mendatangkan urapan (ayat 2)

Mengapa TUHAN begitu suka dengan unity?  Karena unity pun menjadi ciri dari Tri Tunggal Bapa-Anak-Roh Kudus.  Berbeda dengan unity manusia yang bisa terjadi perpecahan, tidak demikian dengan Tri Tunggal Allah yang demikian solid.  Tetapi bagaimanapun rekat atau kurang rekatnya unity manusia, setiap kali anak-anak TUHAN rukun dan hidup dalam kesatuan hati, itu akan mendatangkan urapan dari TUHAN karena itu mencerminkan diri-Nya sendiri.  Kepada COOL yang unity, TUHAN mencurahkan urapan-Nya kepada semua anggotanya sehingga mereka pun akhirnya menjadi berkat bagi banyak orang ("jubah").  Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa unity yang mendatangkan urapan dimulai dari "kepala" yaitu para pemimpin terlebih dahulu baru kepada bawahnya.  Dengan demikian maka prinsip yang sama berlaku juga sebaliknya, yaitu kita yang ada pada bagian "bawah" harus melekat dan unity dengan pemimpin yang TUHAN tempatkan diatas kita.

2. Unity mendatangkan berkat (ayat 3)

Suatu kali terjadi perselisihan besar dalam sebuah keluarga besar.  Salah satu dari kepala keluarga, katakalah "paman", berupaya meredakan situasi dan mendamaikan pihak-pihak yang lagi berselisih.  Saat pertemuan untuk rekonsiliasi diadakan, paman ini mengungkapkan bahwa kenapa sampai hari itu keluarga besar ini tidak mendapat berkat dan hidup susah dan lain-lainnya, adalah karena mereka tidak mau saling berbaikan satu sama lain.  Mengangkat Mazmur 133 dalam mediasi yang ia lakukan, sang paman ini meminta agar keluarga besar saling berbaikan dan hidup rukun supaya berkat TUHAN turun berlimpah. Ini adalah nasihat dan perkataan yang benar! Saudara mau melihat kehidupan saudara dipenuhi berkat melimpah?  Hiduplah dengan kesatuan hati dengan sesama anak TUHAN, anggota COOL dan juga keluarga saudara sendiri. Jika orangtua di bumi ini saja senang melihat anak-anaknya hidup rukun dan sehati, bukankah terlebih lagi Bapa di sorga senang melihat anak-anak-Nya hidup rukun dan unity bersama?  Kesanalah Bapa memberikan berkat-berkat-Nya.  Amin. (CS)

Last Update : 2019-04-25 08:01:00