Pesan Gembala

BERMEGAH DALAM SALIB KRISTUS

 

Orang-orang Yahudi sangat membanggakan dan memegahkan diri dengan hal-hal yang agamawi dan lahiriah (contohnya dalam hal bersunat).

Galatia 6 : 11 – 13 (Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku  sendiri. Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya  karena salib Kristus. Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah).

 

Sementara Paulus tidak memegahkan diri dengan hal duniawi (harta, jabatan, keahlian dan hal-hal fana lainnya), melainkan bermegah dalam salib Kristus, padahal salib adalah lambang kutuk atau hal yang hina pada jaman itu. Paulus mengerti bahwa salib adalah lambang pergantian atau pertukaran yang dilakukan oleh Yesus agar manusia menjadi ciptaan yang baru sehingga sebagai orang yang diselamatkan, kita harus bermegah dalam salib Kristus. 

Galatia 6 : 14 – 16 (Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru,  itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah).

Salib berbicara tentang : 

1) Pergantian

1 Petrus 2 : 24 (Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh). 

2 Korintus 5 : 21 (Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah).

Allah kita adalah Allah Tri Tunggal (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus). Yesus adalah Anak saat Ia ada di bumi. Manusia yang hidup di bumi penuh dengan dosa sehingga Allah Bapa memalingkan wajah-Nya karena dosa manusia itu. Dosa-dosa manusia harus ditanggung oleh Yesus yang tidak berdosa, sehingga saat di kayu salib Yesus memanggil “Eli, Eli lama Sabakhtani?” yang artinya “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

 

2) Pengampunan

Matius 26 : 28 (Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa).

Ibrani 9 : 22 (Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan).

Dosa harus mengalami penebusan, tidak bisa diganti dengan perbuatan baik. Kitab Perjanjian Lama memberikan gambaran manusia (Adam dan Hawa) sudah berdosa, namun Allah tetap mencari mereka, mengganti pakaian mereka yang terbuat dari daun dengan kulit binatang. Artinya, ada korban yang disembelih dan ada darah. Penggenapan di Kitab Perjanjian Baru adalah Yesus disalibkan, mati dan darah-Nya yang sempurna menghapus dosa manusia.

 

Apabila kita berbuat dosa, cepat datang kepada Tuhan dan minta pengampunan, tidak perlu takut atau merasa dihakimi oleh Iblis karena kematian Yesus adalah karya nyata pengorbanan dan pengampunan-Nya bagi kita. Tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni oleh Yesus.

Yesaya 1 : 18 (Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba).

 

Oleh karena itu, kita harus mengikuti teladan Paulus untuk bermegah dalam salib Kristus dan tidak berseteru / bertentangan dengan salib-Nya.

Filipi 3 : 17 – 18  (Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus). 

 

Bagaimana hidup orang yang seteru dengan salib Kristus?

Filipi 3 : 19 (Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi). 

a) hidup dikuasai hawa nafsu dan serakah

b) suka membuat aib, membuat malu Tuhan

c) pikiran tertuju kepada perkara duniawi

 

Tetapi orang percaya yang hidup bermegah dalam salib Kristus:

a) hidup dikuasai Firman Tuhan

b) membuat Tuhan bangga

c) pikiran tertuju kepada perkara sorgawi (cari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, suka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan).

 

Yesus sudah menyatakan karya-Nya yang luar biasa, 

maka bermegahlah dalam salib Kristus !

 

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Shortcut