Pesan Gembala

RAJA YOSAFAT

Raja Yosafat adalah orang Yehuda dan merupakan anak dari Raja Asa. Keteladanan hidup dari Raja Asa sudah kita pelajari beberapa waktu lalu, dan kali ini kita akan belajar keteladanan hidup Raja Yosafat dari Kitab 2 Tawarikh 17 : 1 – 6
“Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya dengan menempatkan tentara di semua kota  yang berkubu di Yehuda dan pasukan-pasukan pendudukan di tanah Yehuda serta di kota-kota Efraim yang direbut oleh Asa, ayahnya. Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.”

Teladan Raja Yosafat :
1)    Menjaga kemurnian ibadah kita kepada Tuhan
Artinya menjaga pujian dan penyembahan yang benar kepada Tuhan. Bagaimana caranya ?
a)    Mencari Tuhan dengan tekun baik secara pribadi maupun korporat.
Ketekunan mengandung unsur komitmen, terus menerus (konsisten) dan kesetiaan. Kita mencari Tuhan dalam segala keadaan; baik ada masalah/ tidak ada masalah, baik saat ditolong/ tidak ditolong, sudah dijawab/ belum dijawab bahkan bila tidak dijawab doanya seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (4 sekawan) yang tetap setia mencari Tuhan. Anak Tuhan jangan asal-asalan beribadah, jangan berpindah-pindah tempat ibadah (karena kita bukan GKJSS = Gereja Kristen Jalan-jalan Sana Sini). Tuhan meginginkan kita untuk berakar, bertumbuh, berbuah, dan berdampak di gereja lokal.
b)    Menghancurkan tiang-tiang berhala di Yehuda
Contoh tiang-tiang berhala yang menjadikan Yesus bukan prioritas atau terutama di jaman now adalah hobi, pertemanan, pergaulan, komunitas dan pekerjaan. Hal-hal itu jangan sampai mengganggu ibadah dan merusak kebiasaan baik kita. 1 Korintus 15 : 33 = Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
c)    Menyingkirkan pelacuran bakti
Terjadi persetubuhan yang tidak wajar atau penyimpangan seksual (dosa Sodom dan Gomora) pada saat itu dan Yosafat sangat menjaga kekudusan hidupnya. Persetubuhan yang wajar hanya pada suami istri yang sah, jadi kalau belum menikah harus benar-benar memperhatikan hal ini (foto pre-wedding harus tetap kudus dan tidak boleh berciuman bibir). Pisahkan hidup kita dan jangan sentuh yang najis. Roma 12 : 1 = Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

2)    Berjalan sesuai petunjuk atau Firman Tuhan
Yosafat tidak tergesa-gesa tetapi meminta petunjuk Tuhan dalam kehidupannya. Kita juga perlu memiliki hati yang tabah untuk mengikuti Firman Tuhan karena terkadang petunjuk Tuhan tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Ada kesaksian dari seorang istri yang suaminya sedang sakit saat itu dan harta benda yang ada dipakai untuk biaya pengobatan suaminya. Akan tetapi, Tuhan berbicara kepada si istri saat ibadah di gereja agar memberkati hamba Tuhan yang sedang berkhotbah. Secara logika, istri berpikir bahwa uang yang tersisa dapat digunakan untuk pengobatan suami, tetapi Tuhan terus mengingatkan sehingga akhirnya istri memberkati hamba Tuhan tersebut dan ternyata persembahan dari si istri dapat membantu renovasi rumah Tuhan. Tuhan menunjukkan kemulian-Nya setelah hal itu dilakukan oleh istri yang mendengarkan petunjuk Tuhan dengan cara menyembuhkan sakit suami secara sempurna dan tidak ada kekambuhan lagi sampai sekarang.
2 Tawarikh 18 : 5 (Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, empat ratus orang banyaknya, kemudian bertanyalah ia kepada mereka: "Apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?" Jawab mereka: "Majulah! Allah akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.") = Raja Ahab mendengarkan 400 ratus nabi yang hanya ingin menyenangkan hatinya bukan menyenangkan hati Tuhan.
2 Tawarikh 18 : 6 (Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?") = Yosafat minta petunjuk dari Tuhan untuk konfirmasi.
2 Tawarikh 18 : 7 (Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian.") = Yosafat mendengarkan petunjuk yang hanya menyenangkan hati Tuhan bukan menyenangkan hatinya sendiri.
3)    Mengerti kuasa doa, pujian, dan penyembahan dalam kesatuan
2 Tawarikh 20 : 3 (Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.) = Yosafat tidak hanya berdoa, memuji, menyembah Tuhan, tetapi ia juga berpuasa, merendahkan hati, menjaga sikap hati dan sikap tubuh serta terus melatih dirinya beribadah kepada Tuhan. Anak-anak Tuhan di jaman now juga harus terus melatih diri beribadah karena kita harus berjaga-jaga untuk keselamatan dan kesejahteraan kota serta bangsa yang sudah Tuhan percayakan. Biarlah Indonesia tetap penuh damai dan sejahtera di dalam Tuhan.

Raja Yosafat melakukan semua ketetapan yang berasal dari Tuhan sehingga ia memiliki kerajaan yang kokoh, hidup disertai Tuhan, kaya dan terhormat di mata Tuhan.

Maukah kita menjadi seperti Raja Yosafat ?

Shortcut