Pesan Gembala

Catatan Khotbah 

Minggu, 10 Maret 2019

Pengkhotbah : Pdt. David Natanael, M.A.

 

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru seperti ada tertulis dalam Kitab Yehezkiel 36 : 26 – 27 (Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya).

 

Tuhan juga akan menggenapi janji-Nya dalam 1 Korintus 2 : 9 (Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”) di dalam hidup kita.

 

Oleh sebab itu, jemaat Tuhan harus melakukan hal-hal berikut agar tahun kelahiran yang baru itu dapat terjadi dalam kehidupan kita:

 

1)Hidup menurut Firman Tuhan

Mazmur 1 : 1 – 3 menjelaskan bahwa setiap kita dikatakan berbahagia apabila menyukai Taurat Tuhan dan melakukannya setiap hari karena Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan supaya kita  tidak tersesat, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, tetapi hidup kita menjadi berhasil dan beruntung.

Amsal 3 : 5 mengingatkan agar kita harus percaya kepada Tuhan dan jangan bersandar kepada pengertian sendiri atau mencari pembenaran diri sendiri.

 

2)Bergaul karib dengan Tuhan 

Raja Daud menjadikan doa, pujian, dan penyembahan sebagai gaya hidup dalam kehidupan sehari-harinya seperti tertulis dalam Mazmur 150 : 6 (Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluya!).

Berikut ini akan dijelaskan mengenai hal berdoa dengan bahasa Roh :

1 Korintus 14 : 14 = berdoa dengan bahasa Roh maka Roh kita yang berdoa.

1 Korintus 14 : 15 = berdoa, menyanyi dan memuji dengan bahasa Roh (artinya Roh yang berdoa) dan juga dengan akal budi (menggunakan bahasa yang dipakai sehari-sehari : Indonesia, Inggris atau bahasa nasional dan internasional lain).

1 Korintus 14 : 2 – 6 = bahasa Roh adalah a) tanda awal baptisan Roh Kudus dan b) komunikasi dengan jemaat atau orang lain dan dalam hal ini harus ditafsirkan.

1 Korintus 14 : 39 – 40 = jangan melarang orang yang berbahasa Roh dengan sopan dan teratur karena bahasa Roh tersebut merupakan cara 

komunikasinya dengan Tuhan.

1 Korintus 14 : 26 = sementara bahasa Roh yang digunakan untuk membangun jemaat harus ada syarat yaitu ada 2 sampai 3 orang dan harus ada orang yang menafsirkannya.

1 Korintus 14 : 28 = jadi bila tidak ada yang menafsirkan, maka berkata kepada Allah dengan bahasa Roh yang digunakan untuk cara komunikasi dengan Allah dan dengan bahasa yang menggunakan akal budi kita.

Yeremia 29 : 7 = jangan lupa sebagai jemaat Tuhan yang ditempatkan oleh Tuhan untuk tinggal di kota dan negara tertentu, maka wajib bagi kita untuk berdoa bagi kesejahteraan kota dan bangsa tempat kita tinggal. 

 

 

Marilah kita semua jemaat Tuhan GBI Salemba berdoa untuk Jakarta dan Indonesia (menjelang Pemilu 17 April 2019) sebanyak 2 kali sehari yaitu sesudah bangun pagi dan sebelum tidur malam agar Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi Indonesia.

Shortcut