Thursday, February 26, 2026
Monday, January 5, 2026
Tahun 2026 Tahun Amanat Agung ( Pesan Gembala)
Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus!
Waktu begitu cepat, dengan tidak terasa kita sudah memasuki hari pertama tahun 2026. Tema Tahun 2026 adalah “Tahun Amanat Agung” (The Year of The Great Commission). Ayat emasnya diambil dari Matius 28:18-20 dan Matius 24:14}}.
Kita baru saja meninggalkan tahun 2025 - Tahun Penuaian (The Year of Harvest).
Tahun 2025 adalah tahun yang sukar, sulit. Peperangan, bencana alam, ketidakpastian, dan krisis ekonomi semakin intens.
Meskipun demikian, memasuki tahun 2026 kita harus berani berkata bahwa tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025. Yang percaya katakan: Amin.
Apa dasar kita untuk percaya bahwa tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025?
- Sesuai dengan Ratapan 3:22-23,
- Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
- Sesuai dengan Ratapan 3:24,
- "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
- Karena kita hidup intim dengan Tuhan, sesuai dengan Mazmur 91:14-16 maka:
- Tuhan akan meluputkan dan membentengi kita terhadap sakit penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap burung, kedahsyatan malam atau terror of the night yang berbicara tentang penculikan, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, terorisme, peperangan.
- Tuhan akan menjawab ketika kita berseru pada masa kesesakan.
- Tuhan akan memuliakan kita.
- Tuhan akan memberikan panjang umur dengan berkat yang melimpah.
- Tuhan akan memberikan keselamatan.
- Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung
Haleluya!!
Berdasarkan 5 hal tersebut, kita akan berani berkata: “Tuhan, saya percaya bahwa tahun 2026 akan lebih baik dari tahun 2025.” Yang percaya katakan: Amin!Maka kita akan berani berkata bahwa tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025. Amin.
Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung (The Year of The Great Commission)
- Istilah “Amanat Agung” dipopulerkan oleh Hudson Taylor, seorang misionaris ke daratan China, pada abad ke-19. Hudson Taylor terkenal dengan kutipannya, “Amanat Agung bukanlah sebuah pilihan untuk dipertimbangkan, melainkan sebuah perintah untuk ditaati”.
- Yang dimaksud dengan “Amanat” bukanlah sekedar perintah, tetapi suatu perintah pengutusan yang diperlengkapi dengan kuasa dan otoritas ilahi, sesuai dengan perkataan Yesus dalam Matius 28:18-19,}}
- “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”
Setiap kali kita berbicara tentang Amanat Agung, maka kita diingatkan tentang target tahun 2033.
Sebenarnya ada apa dengan tahun 2033?
Tahun 2033 adalah:
- Peringatan 2000 tahun Tuhan Yesus disalibkan, mati, bangkit, naik ke surga.
- Peringatan 2000 tahun pencurahan Roh Kudus yang berarti hari ulang tahun gereja yang ke-2000.
- Peringatan ke 2000 tahun dimulainya Amanat Agung.
Beberapa tahun terakhir ini, Tuhan berbicara kepada gereja-Nya. Banyak organisasi-organisasi, aliran-aliran Kekristenan yang mempunyai visi yang sama yaitu target penyelesaian Amanat Agung tahun 2033.
Waktu Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya tentang tanda kedatangan-Nya yang kedua kali dan tanda akhir zaman, salah satunya Tuhan Yesus menjawab dalam Matius 24:14 yang berkata,
- “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Dengan perkataan lain kalau Amanat Agung selesai maka sesudah itu barulah Tuhan Yesus datang yang kedua kali.
Kata “sesudah itu” tidak ada seorang pun yang tahu itu kapan. Bisa 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun atau beberapa tahun. Yang jelas tidak akan lama. Mengapa? Sebab Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera”
Kalau Tuhan Yesus memberikan target penyelesaian Amanat Agung tahun 2033 bagi gereja-Nya, artinya tinggal 7 tahun lagi. Saya tidak berkata, sekali lagi saya tidak berkata bahwa tahun 2033 Tuhan Yesus pasti datang. Ini tidak alkitabiah. Tetapi kalau dikatakan tahun 2033 Tuhan Yesus bisa datang, ini alkitabiah karena kedatangan-Nya bisa sewaktu-waktu.
Saya mau mengajak kita semua agar semakin hidup intim dengan Tuhan. Banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dan terus berjaga-jaga.
Saya akan ingatkan bahwa sesuai dengan Roma 8:29, goal kita sebagai orang percaya adalah menjadi serupa dengan gambar-Nya, artinya menjadi murid Kristus.
Untuk bisa menjadi murid Kristus kita harus melakukan seperti apa yang terdapat dalam 1 Yohanes 2:6 yang berkata,
- Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Kalau kita hidup sama seperti Kristus telah hidup maka kita serupa dengan gambar-Nya, artinya menjadi murid Kristus.
Tugas utama dari murid Kristus adalah menjadikan semua bangsa murid Kristus, artinya menyelesaikan Amanat Agung. Hal ini sesuai dengan Matius 28:18-20.
Strategi penyelesaian Amanat Agung
Sebagai murid-murid yang menerima Amanat Agung dari Tuhan Yesus, kita harus belajar cara Yesus melakukannya, sehingga kita bisa menjangkau dunia dalam 7 tahun ke depan sampai tahun 2033.
General Assembly yang ke-14 dari World Evangelical Alliance (WEA) di Korea Selatan tanggal 27-30 Oktober 2025 yang lalu, temanya adalah: “The Gospel for Everyone by 2033”. Sebuah visi global bahwa Injil akan dijangkau ke semua orang dan semua bangsa hingga tahun 2033.
Di sini Rick Warren menyampaikan tentang metode Yesus untuk menyelesaikan Amanat Agung yang berlaku di mana saja dan kapan saja. Metode ini disingkat dengan P-E-A-C-E.
- P = Pass on the good news
- E = Equip disciples
- A = Alleviate suffering
- C = Continually pray
- E = Establish new churches
Jadi ada 5 hal metode Yesus untuk menyelesaikan Amanat Agung:
- Sampaikan kabar baik (Injil) kepada orang lain
- Perlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan melayani.
- Ringankan penderitaan orang lain dengan menolong mereka
- Berdoa terus menerus
- Dirikan gereja-gereja baru.
Perlu digarisbawahi bahwa kita harus melakukan semuanya ini seperti Tuhan Yesus melakukannya agar Amanat Agung selesai.
Supaya kita bisa melakukan seperti Yesus melakukan sehingga Amanat Agung selesai, maka kita harus memiliki sifat atau karakter yang benar sebagai murid Kristus.
Alkitab memaparkan karakter ini dalam 4 gambaran, yaitu: anak kecil, prajurit, olahragawan dan petani.
Mentalitas dalam Penyelesaian Amanat Agung
- Menjadi seperti anak kecil
- "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga."
- Kalau kita berada dalam hadirat Tuhan pasti kita akan menangis karena di hadirat Tuhan ada sukacita, ada kasih, ada nikmat senantiasa. Karena itu harus banyak berada dalam hadirat Tuhan
- Kita harus bergantung dan percaya kepada Tuhan bukan kepada yang lain-lain seperti bergantung kepada strategi manusia.
- Kita tidak boleh berbohong sebab orang yang suka berbohong bapanya adalah iblis.
- Menjadi seperti seorang prajurit
- Amsal 6:16-19 berkata:
- Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
- Amsal 16:18 berkata:
- Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
- Yesaya 13:11b berkata:
- Kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan.
- Matius 23:12 berkata:
- Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
- Yakobus 4:6 berkata:
- Allah menentang orang yang congkak tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati.
- Menjadi seperti seorang olahragawan
- Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
- Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
- Menjadi seperti seorang petani
- menabur penginjilan lewat hubungan pribadi
- menabur kesaksian lewat pekerjaan dan profesi
- menabur tenaga dan waktu untuk pemuridan
- menabur kasih untuk meringankan penderitaan
- menabur doa tanpa henti
- menabur untuk pendirian gereja-gereja baru
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 18:3-4 TB2,
Anak kecil biasanya suka menangis, sangat bergantung dan percaya kepada orang tuanya, dan tidak suka berbohong. Kalau kita mau merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, maka kita akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya (2 Timotius 2:4).
Ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja atau berkeluarga. Tetapi masalah-masalah kehidupan sehari-hari tidak boleh menghambat fokus panggilan utama kita sebagai murid untuk menyelesaikan Amanat Agung. Dengan demikian kita akan berkenan kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Dalam Tahun Amanat Agung ini, iblis akan makin keras berusaha untuk mengalihkan perhatian kita dalam menyelesaikan Amanat Agung.
Hati-hati, jangan sampai dialihkan oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:16).
Dalam Alkitab, paling tidak ada 104 ayat yang berbicara tentang kesombongan atau keangkuhan.
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga (2 Timotius 2:5).
Supaya bisa menurut peraturan-peraturan olahraga, rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:26-27,
Jadi untuk bisa menurut peraturan olahraga, rasul Paulus melatih tubuhnya dan menguasainya.
Di sini kita melihat bahwa untuk menyelesaikan Amanat Agung tidak mudah. Melatih tubuh dan menguasainya itu perlu pengorbanan. Hal ini perlu kita lakukan supaya seperti yang rasul Paulus katakan, “supaya sesudah aku memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
1 Yohanes 2:6 berkata,
Alkitab menggambarkan sosok petani yang sabar, tekun, dan setia menabur (2 Timotius 2:6; Yakobus 5:7; Markus 4:26–29). Petani tahu bahwa hasil tuaian itu tidak instan. Ia harus lebih dulu menabur, menyiram, menunggu, dan memelihara.
Demikian juga dengan penyelesaian Amanat Agung. Hasilnya tidak instan. Ini bukan pekerjaan sehari. Kita harus menabur setiap hari:
Akhir kata, saya mengucapkan:
SELAMAT TAHUN BARU 2026
Tuhan Yesus memberkati berlimpah limpah!
Friday, November 21, 2025
Perbedaan Menabur dan Mempersembahkan
Wednesday, November 12, 2025
Miliki Rasa Haus dan Lapar
Hari ini kita akan belajar tentang pentingnya memiliki rasa haus dan lapar secara rohani.
Mazmur 107:8–9 berkata:
“Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan berkenan kepada orang yang haus dan lapar akan Dia. Hanya mereka yang haus dan lapar secara rohani yang akan dipuaskan dan dikenyangkan oleh Tuhan.
1. Ciri manusia yang hidup adalah memiliki rasa haus dan lapar
Setiap manusia yang sehat pasti punya rasa lapar dan haus. Ketika tubuh kita tidak lagi merasa lapar atau haus, itu pertanda ada masalah dalam kesehatan.
Demikian juga secara rohani.
Jika manusia rohani kita hidup, maka kita akan memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan. Namun jika kita tidak lagi memiliki kerinduan untuk berdoa, menyembah, membaca Firman, atau melayani Tuhan, itu tanda bahwa manusia rohani kita sedang lemah atau bahkan sakit.
2. Tanda-tanda manusia rohani yang hidup
a. Haus akan kehadiran dan kuasa Roh Kudus
Mazmur 42:1–2 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”
Yeremia 29:13 “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”
Orang yang rohaninya hidup selalu rindu hadir di hadapan Tuhan. Ia tidak puas hanya mendengar tentang Tuhan, tapi ingin mengalami Tuhan secara pribadi. Ia ingin merasakan hadirat dan kuasa Roh Kudus setiap hari.
b. Dorongan untuk mengalami pembaruan rohani yang nyata
Kisah Para Rasul 2:1–4; Kisah Para Rasul 1:8
Ketika Roh Kudus dicurahkan di ruang atas, murid-murid Yesus mengalami pembaruan rohani yang luar biasa. Mereka dipenuhi dengan kuasa dan berani menjadi saksi Kristus.
Orang yang haus dan lapar secara rohani tidak ingin stagnan, tapi selalu ingin dibaharui, diurapi, dan dipenuhi lagi oleh Roh Kudus setiap waktu.
c. Kerinduan akan lawatan Roh Kudus
Sejarah mencatat lawatan Roh Kudus di Azusa Street (tahun 1906) di mana banyak orang mengalami pertobatan, mujizat, dan kebangunan rohani besar.
Itu dimulai dari sekelompok orang yang haus dan lapar akan Tuhan. Mereka berdoa dengan sungguh-sungguh, menantikan janji Tuhan, hingga akhirnya Roh Kudus melawat mereka dengan dahsyat.
Demikian juga dengan kita — bila kita rindu akan lawatan Tuhan, maka Ia akan datang melawat umat-Nya.
d. Lapar untuk hidup dalam Firman Tuhan
Orang yang rohaninya hidup akan memiliki lapar untuk Firman Tuhan. Ia tidak puas hanya mendengar sedikit, tapi ingin terus menggali, merenungkan, dan melakukan Firman.
Firman Tuhan menjadi makanan rohani yang menumbuhkan iman dan membuat kita bertumbuh menjadi dewasa rohani.
e. Dorongan untuk memberitakan kebenaran dan melayani Tuhan
Ketika seseorang benar-benar dipenuhi Tuhan, ia akan terdorong untuk melakukan pekerjaan Tuhan.
Ia ingin menjadi saksi Kristus, menyelamatkan jiwa-jiwa, dan menyelesaikan Amanat Agung.
Rasa haus dan lapar rohani tidak membuat kita pasif, tetapi mendorong kita untuk aktif dalam pelayanan dan bersaksi.
3. Ketika rasa haus dan lapar itu mulai hilang
Kalau kita mulai kehilangan semangat untuk berdoa, tidak lagi rindu bersekutu, tidak lagi tersentuh oleh Firman, itu tanda bahwa manusia rohani kita mulai kering.
Kadang kita mencoba memuaskannya dengan hal-hal eksternal — hiburan, kesibukan, atau pencapaian duniawi. Tapi semua itu hanya memuaskan sementara.
Yang sejati hanya datang dari Tuhan. Kita perlu membangun kembali rasa haus dan lapar itu dari dalam, melalui hubungan pribadi dengan-Nya.
4. Cara memulihkan rasa haus dan lapar rohani
a. Sadar dan bertobat
Wahyu 2:5 “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.”
Kembalilah ke kasih yang mula-mula — saat kita pertama kali mengenal Tuhan, begitu rindu berdoa, menyembah, dan melayani tanpa pamrih.
Mulailah lagi dari sana, dan Tuhan akan memulihkan api itu.
b. Mengingat kebaikan Tuhan
Mazmur 103:2 “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya.”
Ingat kembali segala kebaikan Tuhan — bagaimana Ia menyelamatkan kita, memelihara, dan memberkati kita. Saat kita mengingat kasih dan kebaikan Tuhan, hati kita akan kembali lembut dan rindu untuk dekat dengan-Nya.
Penutup
Saudara, rasa haus dan lapar rohani adalah tanda kehidupan.
Tuhan ingin setiap kita memiliki kerinduan yang dalam untuk mengenal Dia lebih lagi, mengalami kuasa Roh Kudus, hidup dalam Firman, dan menjadi saksi-Nya.
“Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.” (Mazmur 107:9)
Biarlah hari ini kita berkata:
“Tuhan, pulihkan hatiku. Bangkitkan kembali rasa haus dan lapar akan Engkau. Aku ingin hidup dipenuhi oleh-Mu setiap hari.”

